Rabu, 28 November 2012

Seribu Tanya Dalam Hati


Manusia memang menyimpan seribu Tanya dalam hatinya. Meskipun terkadang pertanyaan-pertanyaan terlontar secara sadar dari mulut manusia itu sendiri. Tetapi lebih banyak pertanyaan yang tersimpan di dalam benak seorang manusia. Ya memang itulah sifat manusia. Mereka lebih banyak memilih untuk menyimpan pertanyaan-pertanyaan dalam benak daripada untuk melontarkan pertanyaannya. Mungkin memang sulit untuk mengungkapkan suatu pertanyaan yang sangat privasi dalam diri manusia itu sendiri. Misalnya tentang “ siapa aku ?”, “mengapa aku begini ?”, “apa yang harus aku lakukan ?”, “apa arti aku ?”, dan masih banyak lagi pertanyaan yang jarang kita lontarkan.
                Begitupun aku, chaira…. Aku yang selalu menyimpan seribu Tanya dalam hatiku tanpa mengungkapkannya kepada siapapun. Aku lebih memilih untuk diam atau hanya menuliskan sesuatu dalam secarik kertas atau hanya dalam benakku saja. Aku tidak pernah berani untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya akan mempengaruhi pikiranku sendiri. “ Mengapa orang lebih memilih untuk hidup bersama orang yang dia cintai ? daripada hidup dengan orang yang mencintainya ?” pertanyaan baru kembali muncul dalam benakku saat melihat kedua temanku yang sedang dimabuk asmara. “aku ingin dicintai, apa aku tak pantas untuk dicintai ?” lagi-lagi muncul pertanyaan seperti itu saat aku melihat semua pasangan kekasih yang sedang bercanda ria di taman.
                Rasanya aku sudah malas untuk keluar rumah. Semakin keluar rumah, semakin banyak saja pertanyaan-pertanyaan yang tersimpat di dalam hati ini. Setiap hari aku selalu pergi ke taman dekat rumahku untuk menikmati sore dan mencari inspirasi tentang tulisan-tulisanku. Hari ini muncul pertanyaan baru lg dalam benakku “apakah aku ditakdirkan untuk sendiri ? “, sial… kali ini pertanyaan ini membuat aku bingung. Kenapa pertanyaan ini muncul tiba-tiba saat aku melihat sosok pria yang sedang mengambil foto bunga di taman. “siapa dia ?”hanya pertanyaan itu yang muncul setelah aku memperhatikan pria dengan tinggi 160 cm, dan berkulit putih itu.” Astaga…. Mengapa ?? apa ini ??” kembali ada Tanya dalam hati ini tentang perasaan ku saat ini.
                Siang berganti malam, aku pun pulang ke rumah dengan seribu Tanya baru dalam benakku, “siapa dia ?” ,“sedang apa dia disana ?”, “mengapa aku merasa ada yang aneh saat melihat dia?”. Astaga… ada apa dengan diriku. Aku kembali membuka leptopku, dan meneruskan tulisan-tulisanku. Entah mengapa tiba-tiba aku menulis kata “CINTA”. Astaga….. “apa aku jatuh cinta ??”pertanyaan teraneh yang pernah terbayang dalam benakku. Astaga…. Akhirnya semakin banyak saja pertanyaan ini muncul dalam benakku…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar