Diary Raya ( terimakasih cinta )
Rasa penat dalam menjalani aktifitas ku sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta, rasanya terbayar sudah dengan perjalanan ku hari ini. Kami seluruh mahasiswa memutuskan untuk pergi ke suatu daerah melepaskan penat sekaligus mengadakan suatu kegiatan. Saat aku memasuki bus yang akan membawa kami ke tempat tujuan disebelahku duduk sosok pria yang sangat aku cintai.Ryan, dia adalah sosok pria yang slama ini selalu mengisi ruang dihatiku. Selama perjalanan kami terus bercanda, dan membicarakan apapun yang ada di pikiran kami berdua. Rasanya ingin ku hentikan waktu agar aku bisa terus bersamanya seperti ini. Ya karena memang kesibukannya yang membuat kami jarang bertemu seperti biasanya. Tidak terasa, ternyata kami telah sampai di tempat tujuan kami. Huh !! aku menyesal mengapa rasanya begitu cepat kami sampai.
Karena aku dan Fina adalah koordinator dalam kegiatan ini, maka aku dan Ryan harus berpisah sejenak. Setelah itu, kamipun menyantap makan siang bersama. Dan akhirnya aku dan Ryan dapat menikmati makan siang kami berdua. Rasanya seperti mimpi, bisa duduk disampingnya dan melihat senyumnya lagi. Kami mengadakan suatu kegiatan, dan selama kegiatan itu kami terus bersama. Tertawa, bahkan saling meledek sudah menjadi kebiasaan kami berdua. Rindu... aku rindu saat saat ini, karena aku tau mungkin kita akan jarang untuk bercanda dan menghabiskan waktu berdua. Rasa lelah atau apapun tidak terasa saat bersamamu.
Acara kegiatan kami sudah usai. Kami semua kembali ke bus untuk pulang ke daerah kami kembali. Kembali sosok Ryan duduk disampingku. AC mobil bus yang sangat kencang,membuatku merasa kedinginan. Ryan yang melihatku kedinginan membuka kemejanya lalu menyelimuti tubuhku dengan kemejanya itu. Aku tau diapun kedinginan, tapi dia rela untuk melepaskan kemejanya hanya karena tak ingin melihatku kedinginan. Betapa lelahnya aku, hingga aku tertidur di pundak Ryan. Rasanya nyaman dan hangat berada di peluknya saat itu. Lagi dan lagi pikiranku kembali mengharapkan waktu terhenti disini. Saat aku ada disisinya, saat aku ada dipeluknya yang sangat ku rindukan.
Terlelap ku dalam tidurku, hingga tak sadar kami sudah sampai ke tujuan, tepatnya kampus kami. Ryanpun membangunkan aku yang tertidur pulas di pundaknya. Saat kami sampai, aku mengembalikan kemejanya itu. Tapi, lagi lagi dia rela untuk memberikan jaketnya untukku agar aku tidak kedinginan malam itu. Rasanya aku bahagia memiliki dia disampingku. Sangat sangat bahagia bersamamu. Terimakasih Ryan......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar